2 Ekor Penyu Sisik Diserahkan Masyarakat

Pada hari Senin tanggal 02 Juli 2018, Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL Seksi Konservasi Wilayah I Serang telah menerima penyerahan secara sukarela satwa dilindungi Undang-Undang berupa 1 ekor Penyu Sisik (eretmochelys imbricata) jenis kelamin jantan, sehat dan kurang lebih umur 1 th, dari masyarakat berinisial E (40 th) pekerjaan Wiraswasta yg beralamat di  Komplek PU Kejaksaan, Serang Banten.

Menurut pengakuannya satwa tersebut terdampar dan diselamatkan dari Pulau Tunda dan selanjutnya  di serahkan ke kantor SKW I Serang dan selanjutnya akan di rehabilitasi di Pulau Sangiang dimana terdapat penangkaran Penyu semi alami.

Sehari kemudian, yaitu hari Selasa tanggal 03 Juli 2018 ditempat yang berbeda Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya telah menerima penyerahan satwa yang sama yaitu Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) sebanyak 1 ekor berukuran panjang 63 cm dan lebar 41 cm dengan berat + 30 kg dari masyarakat berinisial RF yang beralamat di Jl. Kapuan Jaya RT. 15 RW. 04 Ds. Dukuh Kec, Indramayu Kab, Indramayu.

Proses penyerahan satwa tersebut diawali dari laporan yang bersangkutan ke Instagram BBKSDA Jabar (@Bbksda_jabar) dan Call Center Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya yang selanjutnya ditindaklanjuti oleh Tim Resor KSDA Cirebon.

Menurut pengakuannya satwa tersebut ditemukan dari kebun/empang di depan rumahnya selanjutnya diselamatkan dan diamankan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah melihat berita-berita dari media TV, media cetak dan media online akhir-akhir ini bahwa dengan memiliki, memelihara dan memperdagangkan satwa dilindungi tanpa izin dapat dikenakan sanksi.

Penyerahan kedua satwa tersebut di atas membuktikan bahwa sosialisasi konservasi TSL melalui media massa cukup efektif untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap konservasi dan tertib kepemilikan TSL yang Dilindungi Undang-Undang.