BBKSDA Jabar Susun Strategi Optimalisasi Kinerja RBM

Pada tanggal 10 April 2018, Balai Besar KSDA Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Pengelolaan Kawasan bertajuk “Strategi Optimalisasi Kinerja RBM (Resort Based Management) dalam rangka Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Lingkup Balai Besar KSDA Jawa Barat”.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Prime Park Bandung ini secara resmi dibuka oleh Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 35 (tiga puluh lima) orang peserta yang terdiri atas pejabat struktural, para Kepala KPHK, dan para Kepala Resor Konservasi Wilayah lingkup Balai Besar KSDA Jawa Barat. Hadir pula pada acara tersebut Kasubdit Pengendalian Pengelolaan Kawasan Konservasi, Direktorat Kawasan Konservasi, Ditjen KSDAE, Ir. Jefri Susyafrianto, MM.

Pada kesempatan tersebut disampaikan materi tentang cetak biru Resort Based Management Balai Besar KSDA Jawa Barat yang di dalamnya memuat evaluasi pelaksanaan RBM yang telah dilaksanakan tahun 2011 hingga saat ini. Di samping itu, juga mengupas tentang kebutuhan pelaksanaan RBM selanjutnya sesuai prioritas pengelolaan. Sebagai tambahan, di dalam kegiatan ini juga dibahas tentang wacana pembedaan kegiatan RBM pada UPT Balai/Balai Besar Taman Nasional dan UPT Balai/Balai Besar KSDA karena pada UPT Balai/Balai Besar KSDA bukan hanya menangani ranah insitu, melainkan juga ranah eksitu.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjaring informasi yang komprehensif sebagai bahan perbaikan pelaksanaan RBM lingkup Balai Besar KSDA Jawa Barat dengan mengacu kepada 10 (sepuluh) paradigma pengelolaan kawasan konservasi sebagaimana telah diintruksikan oleh Direktur Jenderal KSDAE.

Sebagai rangkaian dari kegiatan rakor RBM di atas, guna mengantisipasi kejadian kebakaran lahan dan hutan menjelang musim kemarau tahun 2018 ini, juga akan dilaksanakan Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan lahan lingkup Balai Besar KSDA Jawa Barat. Kemudian, akan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Pengelolaan Konflik Satwa Macan Tutul Jawa guna mengantisipasi kejadian konflik satwa Macan Tutul Jawa yang sering terjadi pada musim kemarau.