BBKSDA Jawa Barat Dukung Program “Citarum Harum”

Balai Besar KSDA Jawa Barat memangku 50 (lima puluh) kawasan konservasi, 15 (lima belas) diantaranya merupakan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Saat ini sungai Citarum berdasarkan beberapa informasi di media masa, merupakan salah satu sungai terkotor di dunia. Hal ini menjadi keprihatinan Mayjen TNI Doni Monardo sebagai Pangdam III/Siliwangi, maka diawal kepemimpinannya, telah memberikan perhatian khusus terhadap kerusakan ekosistem khususnya sepanjang Daerah Aliran Sungai Citarum ini.

Dalam upaya mengembalikan sungai Citarum menjadi bersih, Kodam III/Siliwangi membuat sebuah program “Citarum Harum” yang diharapkan bisa segera terlaksana pada Januari 2018 mendatang.

Mengawali tahapan program tersebut, telah dilakukan oleh jajaran Kodam III/Siliwangi antara lain pada tanggal 5 Desember 2017, telah dilaksanakan acara “Pelepasan Tim Survei Gabungan Program Citarum Harum” yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 5 Desember 2017 bertempat di Markas Kodam III Siliwangi. Tim survey ini akan menjalankan tugasnya selama 3 hari (tgl 6-8 Desember 2017)

Balai Besar KSDA Jawa Barat sebagai pemangku kawasan konservasi, dimana beberapa kawasannya merupakan hulu dari DAS Citarum, ikut terpanggil untuk berperan aktif mensukseskan program tersebut dengan menugaskan 5 (lima) anggota Polhut yang bertugas di resor kawasan konservasi yang menjadi hulu DAS Citarum, yaitu Resor CA. Gunung Tilu, Resor CA/TWA Gunung Tangkuban Parahu dan Resor CA. Gunung Burangrang.

Tim survey berasal dari berbagai instansi yang terkait, antara lain : TNI, POLRI, Balai Besar KSDA Jabar, Dinas Kehutanan Prov. Jabar, Dinas Perkebunan Prov. Jabar, Perum Perhutani Div. Reg. Jabar Banten, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Jabar, Dinas Lingkungan Hidup Prov. Jabar dan Kab. Bandung, Dinas Peternakan Prov. Jabar, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, ArthaGraha Peduli, Lembaga Masyarakat Desa Hutan Kec. Kertasari.

Survey diawali dari kilometer 0 Sungai Citarum, yaitu Situ Cisanti yang berada di Desa Tarumajaya, Kec. Kertasari Kab. Bandung dengan menyusuri Sungai Citarum dan melakukan pengumpulan informasi dan data akurat tentang sumber permasalahan pencemaran air dan penyebab hutan yang gundul.

Metode yang digunakan adalah koordinasi ke aparat Desa terkait, tokoh masyarakat, pembuatan Quesioner dan pengamatan langsung di lapangan.

Dari hasil pengamatan di lapangan beberapa permasalahan, diantaranya: penyempitan sungai, pemukiman penduduk dibantaran sungai, penggarapan lahan di bantaran sungai, pembuangan sampah dan limbah kotoran ternak ke sungai. Survey ini, merupakan bahan awal untuk pengambilan kebijakan selanjutnya untuk suksesnya Program Citarum Harum.

Keterlibatan Balai Besar KSDA Jawa Barat tersebut, merupakan salah bentuk sinergisitas dan peran aktif Balai Besar KSDA Jawa Barat dalam mendukung program pembangunan yang dijalankan oleh dinas/instansi terkait lainnya.