Belajar tentang Elang di Pusat Konservasi Elang Kamojang

Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa kebanyakan elang bersifat monogami sehingga jenis burung pemangsa ini termasuk salah satu jenis satwa yang setia pada pasangannya. Tidak hanya itu, elang juga merupakan satwa yang memiliki indera penglihatan sangat tajam, di samping juga memiliki kecepatan luar biasa yang bisa mencapai 300 km/jam. Nah, fakta-fakta seputar elang lainnya dapat ditemukan secara langsung pada saat kita berkunjung ke Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) di Garut.

Ya, PKEK selain menjalankan fungsi utamanya sebagai sebuah lembaga penyelamatan dan rehabilitas elang, kini juga mengambil peran dalam mengedukasi masyarakat khususnya tentang upaya-upaya pelestarian satwa liar berjenis elang. Hampir pada setiap hari libur, lokasi ini dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai kalangan, utamanya para pelajar yang memiliki keingintahuan yang tinggi tentang kehidupan elang.

Pengunjung yang datang akan mendapatkan informasi cukup lengkap seputar elang langsung dari pengelola PKEK yang memang sudah pakar dalam bidang per-elang-an. Selain itu, informasi berkaitan dengan elang juga bisa didapatkan dari berbagai poster ataupun foto yang sengaja dipampang pada dinding di dalam Pusat Informasi PKEK. Tidak hanya elang dalam bentuk foto atau gambar saja yang dapat dilihat, pengunjung juga dapat melihat wujud elang secara lengkap di kandang display, sebuah kandang yang memang disediakan khusus untuk menampilkan elang hidup kepada para pengunjung yang datang. Sebagai informasi, PKEK yang terletak di Blok Citepus Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Kamojang dengan luas lokasi sekitar 11,4 ha telah dilengkapi dengan fasilitas kandang memadai  (kandang display, kandang observasi, kandang karantina, kandang rehabilitasi, dan lain-lain) dengan merujuk di antaranya pada Minimum Standard for Wildlife Rehabilitation dan Standard for Bird of Prey Sanctuary.

Pada tanggal 26 Juli 2017, Direktur Jenderal KSDAE, Ir. Wiratno, M.Sc., beserta para Kepala UPT lingkup Ditjen KSDAE se-Indonesia juga menyempatkan diri berkunjung ke PKEK. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Workshop Data dan Informasi Ditjen KSDAE Tahun 2017. Pada kesempatan tersebut Dirjen KSDAE menyempatkan diri berdialog dengan pengelola PKEK seputar kegiatan rehabilitasi elang yang dilakukan oleh PKEK. Dirjen KSDAE juga berkenan meninjau fasilitas yang ada di PKEK dan memberikan apresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan oleh Balai Besar KSDA Jawa Barat beserta PT Pertamina Geothermal Energy dalam membidani lahirnya PKEK. Beliau berharap agar PKEK dapat dijadikan benchmark bagi upaya pelestarian dan rehabilitasi elang di lokasi lain.

Selain berdialog dan meninjau fasilitas yang terdapat di PKEK, Dirjen KSDAE pada kunjungannya kali ini juga berkesempatan untuk melepasliarkan seekor elang jawa hasil rehabilitasi yang telah dianggap siap untuk kembali hidup di alam bebas. Tidak hanya itu, Dirjen KSDAE beserta para pejabat eselon II lingkup Ditjen KSDAE juga melakukan penanaman di sekitar area PKEK. Hal paling menarik yang terungkap pada kunjungan hari itu adalah bahwa Dirjen KSDAE memiliki bakat dalam menggambar. Terbukti, ketika diminta untuk menggambar seekor elang di atas kanvas, beliau dengan piawai menggerakan tangannya dan jadilah gambar elang tersebut lengkap dengan tanda tangannya.  Sementara rombongan lainnya berkesempatan untuk menuliskan pesan dan kesan mereka selama berada di PKEK pada selembar kain putih sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian dan penyelamatan elang di PKEK.

Semoga dukungan yang diberikan oleh Dirjen KSDAE beserta jajarannya semakin mengokohkan PKEK bukan hanya sebagai tempat penyelamatan dan rehabilitasi elang, melainkan juga menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk belajar banyak tentang elang. Mari belajar tentang elang di PKEK…!!!