Cagar Alam Leuweung Sancang Menjadi Ajang “Gebrakan untuk Kelestarian Mangrove Indonesia”

Cagar Alam Leuwung Sancang adalah salah satu kawasan konservasi di wilayah kerja Seksi Konservasi Wilayah V Garut, Bidang KSDA Wilayah III Ciamis Balai Besar KSDA Jawa Barat yang terletak di pantai selatan Kabupaten Garut. Vegetasi berupa hutan pantai dan mangrove yang masih alami sering dijadikan ajang kuliah lapangan bagi para pelajar dan mahasiswa.

Pada hari Kamis s/d Minggu, tanggal 19 – 22 Juli 2018, telah diselenggarakan kegiatan Sancang Conservation Service Camp oleh Kelompok Pecinta Alam (KPA) Biocita Formica, Departemen Pendidikan Biologi-FMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia dengan tema “Gebrakan untuk Kelestarian Mangrove Indonesia”.

Kegiatan ini bertujuan Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang konservasi daerah pesisir pantai, mewujudkan kerja nyata untuk mengatasi permasalahan lingkungan pesisir pantai saat ini, melakukan penanaman mangrove, mencetak kader-kader konservasi yang berkualitas. Adapun yang menjadi sasaran kegiatan adalah masyarakat umum, kalangan pelajar, penggiat alam, pakar lingkungan dan lembaga yang bergerak di bidang konservasi.

Rangkaian kegiatan yang dilakukan yaitu : berupa penyampaian materi dengan topik antara lain Kehutanan Umum, Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Kader Konservasi, Flora dan Fauna Indonesia, Ekosistem Mangrove, Analisis Karbon dan Air, Peran Masyarakat terhadap Kelestarian alam, Global warming, Analisis Vegetasi, Jurnalistik Lingkungan dan Advokasi Lingkungan dengan narasumber Kabid KSDA Wilayah III Ciamis, Kepala SKW V Garut, Penyuluh Kehutanan SKW V Garut dan narasumber lainnya yang kompeten di bidangnya.

Sebelumnya kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang KSDA Wilayah III Ciamis diikuti penyerahan bibit mangrove secara simbolis dari Ketua Panitia Pelaksana.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan penanaman mangrove dengan menanam bibit Bakau Hitam (Rhizopora mucronata) sebanyak 210 batang di sekitar muara Cipakayuhan, Resor KSDA Wilayah Leuweung Sancang.  Kegiatan ini mengikusertakan sebanyak 91 orang yang terdiri dari 26 orang peserta, 22 orang panitia, 33 orang masyarakat setempat, 4 orang dari Ditjen PSKL dan 6 orang petugas Resor KSDA Wilayah Leuweung Sancang.

Kegiatan ini diharapkan dapat diselenggarakan rutin setiap tahun dan menjadi perintis sebagai upaya dalam mencetak kader-kader konservasi di masa yang akan datang.