Coffee Morning Komunitas Bandara Husein Sastranegara

Mendengar kata coffee morning pasti dibenak orang awam adalah minum secangkir kopi panas di pagi hari. Coffee morning dalam judul ini bukan ritual minum kopi di pagi hari, namun sebuah ritual rutin yang dilakukan untuk membahas sesuatu untuk mencapai visi dan misi. Kata ini banyak digunakan untuk mengistilahkan briefing pagi.

Coffee Morning kali ini yang dilaksanakan oleh PT. Angkasa Pura II pada hari Rabu tanggal 7 Maret 2018 merupakan ajang silahturahim antar pemangku kepentingan yang berada di Bandara Husein Sastranegara Bandung diantaranya jajaran perwira Pangkalan Udara TNI AU Husein Sastranegara Bandung, Instansi Pemerintah dan Instansi Swasta terkait otorita Bandara. Kesempatan ini sekaligus memperkenalkan Excecutive General Manager PT. Angkasa Pura II yang baru Eko Prihadi kepada Andika Nuryaman. Tujuan lain dari acara ini adalah sebagai sarana membangun jaringan komunikasi dalam menunjang kolaborasi dan sinergitas antar pemangku kepentingan.

Agenda lain dari acara ini diantaranya sosialisasi penambahan panjang Runway sebagai upaya meminimalisir terjadinya kecelakaan di area landasan penerbangan dan persiapan akan adanya penambahan penerbangan Internasional dengan rute penerbangan Australia – Bandung dan Jeddah – Bandung.

Kesempatan baik ini digunakan oleh Balai Besar KSDA Jawa Barat untuk mensosialisasikan peran dan fungsinya sebagai salah satu pemangku kepentingan di Bandara Husesin Sastranegara. Didepan para peserta yang hadir Ade Kurniadi Karim selaku petugas pos peredaran Tumbuhan dan Satwa di Bandara Husein Sastranegara menjelaskan bagaimana mekanisme peredaran TSL dan mensosialisasikan jenis-jenis TSL yang dilindungi Undang-undang yang termasuk pada List Apendix CITES .

Melihat rencana pengembangan Runway Bandara yang segera dilakukan, maka tanggungjawab dalam mencegah dan mengawasi peredaran TSL lintas provinsi dan lintas negara juga semakin berat. Sudah selayaknya kesempatan seperti ini menjadi kesempatan emas bagi petugas pengawasan peredaran untuk membangun network lintas instansi untuk berbagi tanggung jawab dalam pengamanan asset Negara.