Dugaan, Kembalinya Sang Garuda

Pada hari Jum’at tanggal 20 Juli 2018 petugas Resort Konservasi Wilayah Leuweung Sancang melakukan monitoring dan patroli pengamanan kawasan di Cagar Alam Leuweung Sancang, pada saat di perjalanan petugas mendapati seekor burung Elang hinggap dan bertengger pada sebuah pohon.

Sekira pukul 10.20 WIB kami membidik burung tersebut dengan Kamera DSLR  dengan jarak sejauh kurang lebih 50 m dari obyek untuk mendapatkan gambarnya, namun hasil yang diperoleh tidak maksimal karena keterbatasan kamera yang digunakan.

Namun dari hasil bidikan tersebut terdapat hal yang menarik yaitu terdapatnya ciri-ciri fisik yang spesifik dari satwa elang tersebut tersebut yaitu terlihat adanya jambul yang khas seperti yang dimiliki Elang Jawa dan berbeda dengan jenis elang yang lain.

Kesimpulan sementara petugas berdasarkan pengamatan gambar dan dari beberapa narasumber yang berasal dari Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK), bahwa foto elang tersebut adalah Elang jawa. Keyakinan itu berdasar kepada gambar/foto yang memperlihatkan seperti ada jambul serta kepakan sayap pada sat terbang yang menjadi ciri khas burung tersebut.

Berdasarkan informasi dari pengelola PKEK (Sdr. Zaini Rakhman), mengatakan bahwa Elang Jawa terakhir kali terlihat di Cagar Alam Leuweung Sancang pada tahun 1998.  Dengan demikian, apabila benar Elang yang tertangkap kamera tersebut adalah jenis Elang jawa, ini mengindikasikan keberadaan Elang Jawa kembali ditemukan di Cagar Alam Leuweung Sancang setelah 20 tahun menghilang.