Primata Jawa Kembali Diserahkan Masyarakat

Late post; Satu lagi Owa Jawa (Hylobates moloch) diserahkan seorang warga Desa Kertamukti, Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut berinisial US pada pukul 19.00 wib tanggal 3 Maret 2018  kepada Balai Besar KSDA Jawa Barat. Owa Jawa diterima melalui Tugas Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL SKW V Garut, Bidang KSDA Wilayah III Ciamis BBKSDA Jawa Barat. Informasi awal keberadaan Owa Jawa tersebut diterima oleh Tim Gugus Tugas dari masyarakat berinisial WT warga desa Cikelet pada tanggal 2 Maret 2018 pada pukul 08.54 wib.

Untuk memastikan keberadaan Owa Jawa tersebut, Tim melakukan penelusuran ke lokasi dengan didampingi Kanit Reskrim dan Babinkamtibnas serta seorang warga setempat sebagai penunjuk jalan. Sesampainya di lokasi, melihat seekor Owa Jawa bergelantungan dan dalam kondisi terikat di sebuah pohon pinggir jalan depan rumah sebagaimana infromasi yang dilaporkan, tim melakukan pendekatan persuasif kepada pemilik. Dari pengakuannya Owa Jawa tersebut diperoleh dari hutan Cigalontang sejak masih bayi saat owa ditinggalkan oleh induknya. Owa berjenis kelamin betina tersebut diperkirakan berumur 1 tahun.

Didampingi aparat Desa Kertamukti dan saksi lainnya Tim sekaligus melakukan sosialisasi dan memberikan pemahaman dan kesadaran terhadap status keberadaan Owa Jawa, dari sosialisasi tersebut Owa Jawa bernama Lola diserahkan kepada Tim dengan disertai Berita Acara Penyerahan. sempat menginap satu malam di Pos Resor Sancang, pada hari Minggu tanggal 4 Maret 2018 Owa Jawa dievakuasi dan amankan ke Kantor Seksi Konservasi Wilayah V Garut.

Selama 3 (tiga) hari di kantor SKW V Garut, pada Selasa malam tanggal 6 Maret 2018 sekitar pukul 20.00 wib,  Owa Jawa tersebut ditranslokasi ke Pusat Rehabilitasi Primata The Aspinall Foundation yang berada di Ciwidey, Bandung untuk direhabilitasi.

Dengan penyerahan owa jawa tersebut, menunjukan bahwa dengan pendekatan persuasif kepada masyarakat merupakan salah satu cara yang dapat membuka wawasan dan memulihkan kesadaran masyarakat terhadap konservasi tumbuhan dan satwa.