“Purbaya” Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) Kembali ke Habitatnya di Taman Wisata Alam Kawah Kamojang, Kabupaten Bandung

Bandung (7/12/2022) dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) Tahun 2022 Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat melakukan pelepasliaran seekor Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) jantan yang diberi nama “Purbaya” di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Kamojang, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Sebelumnya, Purbaya adalah macan tutul yang terperangkap oleh jerat seling di kawasan hutan lindung Kamojang, Kecamatan Ibun, Kabupaten Garut, pada Selasa 22 November 2022 yang lalu. Berdasarkan laporan masyarakat, macan tutul tersebut dilakukan rescue oleh Tim Rescue BBKSDA Jawa Barat dan Tim Medis dari Taman Satwa Cikembulan Kadungora Garut. Selanjutnya satwa tersebut diobservasi di Lembaga Konservasi Taman Satwa Cikembulan, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan satwa sebelum dilepasliarkan. Setelah 14 hari dirawat di Taman Satwa Cikembulan, “Purbaya” yang berumur ± 7 tahun dan berat ± 25 kg, siap dilepasliarkan karena dinilai kondisinya telah sehat, luka dibagian hidung dan telapak kaki belakang telah sembuh, perilakunya sesuai dengan aslinya (bersifat liar), juga umur termasuk kategori produktif.

Hari ini, “Purbaya” kembali ke habitatnya di TWA Kawah Kamojang. Lokasi ini ditetapkan setelah dilakukannya rapid assessment terhadap kondisi lokasi potensial release baik dari segi kehati biofisik, animal welfare dan sosial budaya, dan kawasan tersebut adalah wilayah asli (habitat) jelajah satwa macan tutul.

“Pemerintah, sejak diterbitkannya Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, telah memasukkan macan tutul ini sebagai salah satu satwa dilindungi. Kemudian diperkuat dengan terbitnya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.20/MENLHK/SEKJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi,” terang Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat, Irawan Asaad.

Untuk diketahui, The IUCN (International Union for Conservation of Nature) Red List of Threatened Species) mengkategorikan macan tutul jawa ke dalam kelompok critically endangered atau terancam punah dan termasuk dalam Appendix I CITES. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran BBKSDA Jawa Barat, perwakilan Pemkab Bandung, Kodim 0624/Kabupaten Bandung, Polresta Bandung, Kepala BPLHK Kadipaten, YKI/Formata, CDK V Garut, Kepala Sekolah SMK Kadipaten, Yayasan Sintas Indonesia, Perhutani KPH Garut, Perhutani, Manajer area PGE Kamojang, perwakilan BBTN Gede Pangrango, Kepala Balai TN Halimun Salak, Direktur Taman Satwa Cikembulan, Disbudpar Kab. Bandung, Koramil 2403 Paseh-Ibun, perwakilan TN Gunung Ciremai, perwakilan BPDAS Citarum-Ciliwung, Unit Intel Kodim, tokoh masyarakat, dan media.

“Diharapkan para pihak dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian satwa liar, khususnya macan tutul, dengan tidak memburu, memperjualbelikan, maupun memelihara satwa liar tersebut secara ilegal,” pungkas Irawan menutup pembicaraan.

(LM/Humas BBKSDA Jabar)