Satwa Legenda Tatar Sunda Diserahkan Masyarakat

Hari Senin tanggal 23 Juli 2018, Call Center Seksi Konservasi Wilayah V Garut mendapat informasi tentang keberadaan satwa liar dilindungi jenis Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) yang merupakan salah satu legenda tatar sunda.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL Seksi Konservasi Wilayah V Garut bergerak menuju lokasi dimaksud yaitu di kediaman Sdr. CI yang beralamat di Kp. Pinggirjati RT/RW 003/002, Kelurahan Karangmulya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. sebanyak 1 (satu) ekor berjenis kelamin jantan  (diberi nama ‘SI ONET’)  diperkirakan berumur 4 tahun yang telah kami terima dalam keadaan hidup, bersama ini dengan hormat disampaikan hal-hal sebagai berikut:

Tim Gugus Tugas melakukan dialog dan mensosialisasikan jenis satwa tersebut untuk lebih memberikan pemahaman dan kesadaran bagi masyarakat agar tidak memeliharanya serta menyerahkan secara sukarela kepada Tim Gugus Tugas. Akhirnya sekira pukul 17.50 WIB disaksikan warga sekitar sdr. CI yang berumur 63 tahun, pekerjaan  Buruh Tani/Perkebunan menyerahkan Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) diperkirakan berumur 4 tahun sebanyak 1 (satu) ekor yang berjenis kelamin jantan dan diberi nama ‘SI ONET’,  kepada Tim Gugus Tugas.

Menurut pengakuan Sdr. CI satwa tersebut baru dipeliharanya sejak 1 (satu) bulan lalu yang diperoleh dari hasil tangkapan milik orang yang terlepas di kampungnya. Menyadari satwa tersebut merupakan satwa dilindungi pemerintah dan berbekal informasi yang diperoleh dari media, akhirnya oleh yang bersangkutan dilaporkan dan diserahkan kepada BBKSDA Jawa Barat.

Penyerahan secara sukarela dari masyarakat kepada BBKSDA Jawa Barat (Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL SKW V Garut) ini mengindikasikan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian satwa liar dan tingginya kesadaran hukum masyarakat atas upaya yang sudah dilakukan selama ini, khususnya bagi jenis-jenis satwa dilindungi.

Lutung Jawa tersebut dievakuasi dan amankan ke Kantor Seksi Konservasi Wilayah V Garut untuk  dilakukan pemeriksaan lebih lanjut kondisi kesehatannya oleh Dokter Hewan dan akan dititiprawatkan di Lembaga Konservasi untuk direhabilitasi.