Surili Jawa, Si Maskot PON XIX Jawa Barat, Diserahkan ke BBKSDA Jawa Barat sedang Satwa Liar Lainnya Dilepasliarkan

Keberadaan Surili jawa di alam saat ini sudah semakin langka. Tidak mengherankan jika satwa liar dengan nama ilmiah Presbytis comata ini menjadi salah satu primata yang dilindungi undang-undang. Bahkan, The IUCN Red List telah mengkategorikannya sebagai satwa terancam. Satwa endemik Pulau Jawa ini menjadi satwa icon Jawa Barat sehingga pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XIX di Jawa Barat, Surili jawa dijadikan sebagai maskotnya.

Tentunya menjadi kabar sangat menggembirakan ketika pada tanggal 21 Agustus 2017, seorang warga Cileunyi Kab. Bandung bernama Permana Sidik menyerahkan secara sukarela seekor surili jawa kepada Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar BBKSDA Jawa Barat.

Sementara itu, pada waktu yang hampir bersamaan, seorang warga Ujungberung Kota Bandung bernama Ahmad Wahyu menyerahkan secara sukarela seekor burung hantu dengan nama ilmiah Tyto alba.

Saat ini, jenis satwa burung hantu diamankan di kandang transit kantor BBKSDA Jabar, sambil menunggu pemeriksaan kesehatan dan identifikasi jenis satwa, serta akan direhabilitasi di lembaga konservasi sedangkan untuk jenis Surili telah dievakuasi ke The Aspinall Foundation untuk direhabilitasi.

Pada hari yang sama, di ujung barat wilayah kerja BBKSDA Jabar, tepatnya di Cagar Alam Pulau Dua Seksi Konservasi Wilayah I Serang, 1 (satu) ekor Kucing hutan (felis bengalensis) dilepasliarkan, dimana sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan sehat serta divaksin oleh dokter hewan Dinas Peternakan Prov. Banten. Kucing hutan tersebut, berasal dari penyerahan sukarela seorang warga an. Rezha Ibnu Pahlevi yang beralamat di Kp. Maja, Kec. Maja, Kab. Lebak pada tanggal 20 Agustus 2017.

Tak kalah dengan ujung barat, maka wilayah timur BBKSDA Jabar pun berkontribusi terhadap pelestarian Kukang, tepatnya Resort Konservasi Wilayah Suaka Margasatwa Gunung Sawal dengan melepasliarkan 2 (dua) ekor kukang di Suaka Margasatwa Gunung Sawal yang merupakan satwa hasil rehabilitasi Yayasan International Animal Rescue Indonesia – Bogor (YIARI), dan telah melalui tahapan habituasi selama lebih kurang 1 (satu) bulan.

Mungkin Anda Menyukai