Tim Gugus Tugas Penyelamatan dan Evakuasi Tumbuhan dan Satwa BBKSDA Jabar Masih Eksis

Satu lagi aksi Tim Gugus Tugas Penyelamatan dan Evakuasi Tumbuhan dan Satwa (GTPETS) Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya dalam menertibkan penyelamatan satwa liar di wilayah Balai Besar KSDA Jawa Barat perlu di apresiasi. Kali ini Kelompok Study Konservasi Universitas Kuningan MAPALA Kehutanan UNIKU menyampaikan informasi terkait dengan kepemilikan dan perdagangan satwa liar yang dilindungi undang-undang. Informasi diterima oleh Tim Gugus Tugas Penyelamatan dan Evakuasi Tumbuhan dan Satwa Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya pada tanggal 11 Desember 2017 atas kepemilikan anakan Kijang dan Elang Brontok.

Sehari berselang tepatnya pada tanggal 12 Desember 2017, Tim GTPETS Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya melakukan pengecekan ke lokasi. Petugas sebelumnya melakukan koordinasi dengan pihak Balai Taman Nasional Gunung Ciremai karena informasi yang didapat kepemilikan satwa tersebut berada di sekitar Pos Pendakian Palutungan Gunung Ciremai. Hasil koordinasi tersebut membenarkan bahwa terdapat kepemilikan kijang yang masih anakan.

Dihari yang bersamaan petugas juga menertibkan seekor elang brontok fase gelap di sebuah ruko pedagang satwa di Cirendang No.27 Kuningan. Satu ekor Elang Brontok fase terang juga ditertibkan di kediaman Hendra Gunawan seorang warga Dsn. Wage RT.12 RW.04 Desa Ciherang Kecamatan Kadugede Kab.Kuningan.

Setidaknya dalam sebulan ini Tim GTPETS Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya Bidang KSDA Wilayah III Ciamis melalui Resor KSDA Cirebon telah mengamankan 6 jenis satwa liar yang dilindungi dan tidak dilindungi yang terdiri dari 1 ekor Kukang, 1 ekor Ular Sanca Kembang, 1 ekor Kakak Tua Raja, 1 ekor Elang Brontok versi gelap dan 1 ekor Elang Brontok versi Terang.

Informasi diatas, menunjukkan bukti sinergitas posistif dari jejaring informasi penggiat konservasi dengan petugas BBKSDA Jabar, yaitu meningkatnya jumlah satwa yang yang berhasil ditertibkan dan tingginya tingkat penyerahan satwa.