TWA Gunung Pancar Jadi Pertemuan Relawan PMI Se-Indonesia

Taman Wisata Alam Gunung Pancar, adalah salah satu dari 16 (enam belas) Taman Wisata Alam dibawah pemangkuan Balai Besar KSDA Jawa Barat. Bertofografi landai sampai bergelombang terjal dengan kemiringan sekitar 15-40% dan berada pada ketinggian 300-800 mdpl. Luasan kawasan TWA Gunung Pancar adalah seluas 447,5 hektar, dengan vegetasi didominasi pohon pinus. Kawasan ini juga menyimpan potensi jenis satwa Surili sebagai satwa endemik Jawa Barat. Posisi TWA Gunung Pancar yang strategis karena  berdekatan dengan Kota Bogor dan Ibukota Negara, menjadi pilihan wisata alam yang dilakukan bersama keluarga ataupun komunitas serta menjadi salah satu tempat untuk kegiatan komersil. Dominasi vegetasi Pinus dan beberapa bagian kawasan bertofografi landai, cocok untuk melakukan outbond activity berupa perkemahan, outbond, family gathering.

Kondisi alami TWA Gunung Pancar inilah, pada hari Minggu, 17 September 2017, Palang Merah Indonesia, sebagai organisasi sosial di negeri ini melaksanakan kegiatan “Temu Sukarelawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat” (SIBAT) Nasional ke II yang akan dilaksanakan selama 5 (lima) hari mulai tanggal 16 – 20 September 2017. Menunjuk Kabupaten Bogor sebagai lokasi dilakukannya acara  pertemuan tentu menjadi kebanggaan sendiri bagi pengelola kawasan.  Dengan memilih kawasan TWA. Gunung Pancar dengan segala keunikan dan ke khasannya, kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat di bidang penanggulangan bencana dimulai pada pukul 09.00 wib. Acara yang dibuka oleh Prof. DR.Ir. Ginanjar Kartasasmita selaku Plh. Ketua PMI Pusat juga dihadiri oleh Bupati Kabupaten Bogor beserta jajarannya serta perwakilan kontingen PMI Daerah (Provinsi dan Kabupaten) yang melibatkan 1.405 peserta. Kegiatan yang dilakukan dengan sasaran utama untuk berkumpul, belajar dan berbagi pengalaman melalui latihan gabungan, workshop pengurangan risiko bencana, serta pameran ditujukan untuk membangun dan meningkatkan kemampuan dan ketangguhan masyarakat dalam pengurangan dan pengendalian bencana.

Pada kegiatan tersebut juga dirangkai dengan kegiatan konservasi melalui pelepasliaran sebanyak 72 ekor burung yang tidak dilindungi dengan jenis Tekukur, Merpati dan Kutilang dan bakti sosial dengan penanaman pohon di kawasan Taman Wisata Alam.