Kang Emil Bersama Kepala BBKSDA Jabar Lepasliarkan 40 Jalak Kerbau Di Kebun Binatang Bandung

Sebanyak 40 (empat puluh) ekor burung jalak kerbau dilepasliarkan pada hari Sabtu, 18 November 2017 di Kebun Binatang Bandung. Keempat puluh ekor burung dengan nama ilmiah Acridhoteres javanicus tersebut merupakan hasil penangkaran Kebun Binatang Bandung yang sengaja dilepasliarkan di area Kebun Binatang Bandung karena area tersebut dianggap masih memiliki lingkungan yang sesuai untuk menunjang kehidupan jalak kerbau serta ditunjang oleh sistem pengamanan dan sumber daya manusia yang baik.

Walikota Bandung, Ridwan Kamil, didampingi oleh Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat, Sustyo Iriyono, Kasubdit Pemanfaatan Jenis Direktorat Konservasi Keanekaragaraman Hayati, Nunu Anugrah, serta Ketua Yayasan Margasatwa Tamansari, Tony Sumampau, secara bersama-sama melepasliarkan  jenis burung berkicau tersebut ditandai dengan dibukanya pintu kandang sehingga burung-burung tersebut dapat terbang menikmati kebebasannya.

Dalam sambutannya, Tony Sumampau menyatakan bahwa pelepasliaran burung jalak bali tersebut merupakan salah satu upaya untuk melestarikan burung berkicau di Indonesia dan menjadi bagian dalam kampanye pelestarian burung berkicau internasional “Silent Forest”. Sementara Sustyo Iriyono sangat mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh Manajemen Kebun Binatang Bandung beserta pihak lainnya sehingga Kebun Binatang Bandung saat ini sudah tampil lebih baik, dari sisi manajemen maupun dari sisi animal walfare. Sedangkan Ridwan Kamil selaku Walikota Bandung menyatakan tidak ragu-ragu untuk mempromosikan Kebun Binatang Bandung, apalagi jika pelayanan terhadap pengunjung maupun animal welfare lebih ditingkatkan.

Pada kesempatan tersebut, Ridwan Kamil dan Sustyo Iriyono juga didaulat untuk memberikan nama kepada penghuni baru Kebun Binatang Bandung, yaitu seekor anak orangutan dan seekor anak tapir. Ridwan Kamil menamai bayi orangutan tersebut Cinta Lestari. Nama tersebut dipilih untuk mengajak manusia agar senantiasa mencintai alamnya sehingga tumbuhan dan satwa liar yang ada di dalamnya akan tetap lestari. Sementara anak tapir dinamai Hegar oleh Sustyo Iriyono yang berarti ceria, dengan harapan agar anak tapir tersebut senantiasa sehat dan ceria selama berada di Kebun Binatang Bandung.

Acara kemudian ditutup dengan peresmian kandang gajah yang baru oleh Ridwan Kamil. Pada acara peresmian tersebut, tampak seekor gajah bernama Ira menikmati kandang barunya.

Pengunjung pun melihat momen tersebut dengan antusias karena gajah tersebut kerap memperlihatkan tingkahnya yang lucu. Peresmian kandang baru ini juga sekaligus sebagai penanda bahwa Manajemen Kebun Binatang Bandung sudah benar-benar berbenah, terutama dalam memenuhi animal welfare dari satwa penghuninya.