Balai Besar KSDA Jawa Barat Mendapat Beruang Madu, Elang Brontok dan Menemukan Sarang Penyu

Dalam sepekan terakhir, sedikitnya 2 (dua) ekor satwa liar diserahkan oleh masyarakat secara sukarela kepada Balai Besar KSDA Jawa Barat.

Di Bogor, seorang warga Cisarua, Kab. Bogor bernama Dewi Anggraini menyerahkan seekor beruang madu kepada Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL Bidang KSDA Wil. I Bogor/SKW I Bogor pada tanggal 22 Agustus 2017. Menurut penuturan Dewi, satwa liar bernama ilmiah Helarctus malayanus tersebut merupakan hibah dari seseorang dan kemudian untuk beberapa waktu dia pelihara. Namun, hatinya tergerak untuk menyerahkan satwa pemakan madu ini setelah mengetahui bahwa beruang madu merupakan satwa yang dilindungi undang-undang. Saat ini, beruang madu tersebut telah dititiprawatkan di lembaga konservasi binaan BBKSDA Jawa Barat, yaitu Taman Safari Indonesia Cisarua Bogor, untuk keperluan cek kesehatan, identifikasi jenis, serta menjalani proses rehabilitasi. Pada saatnya nanti, satwa liar tersebut dapat dilepasliarkan kembali ke habitat alamnya.

Di tempat lain, seekor elang brontok diserahkan secara sukarela oleh warga Cijulang, Kab. Pangandara bernama H. Hadari kepada Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL Resor Pangandaran pada tanggal 25 Agustus 2017. Saat ini, satwa liar dengan nama ilmiah Nisaetus cirrhatus tersebut masih berada di Kantor Resor KSDA Pangandaran. Selanjutnya, elang brontok tersebut akan menjalani proses rehabilitasi di Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) di Garut.

Sementara itu, pada tanggal 27 Agustus 2017 petugas Resor Pulau Sangiang yang tengah melakukan patrol rutin menemukan 1 (satu) sarang penyu hijau berisi sebanyak 120 butir telur di Blok Villa Bubu TWA Pulau Sangiang. Telur-telur tersebut saat ini telah dipindahkan dari sarang alami ke tempat penetasan semi alami yg berada di Pantai Tembuyung guna menghindari serbuan predator seperti anjing, biawak dan babi hutan.