Index Informasi

Total yang terpublikasi sebanyak 75 artikel informasi.

KLHK Bersama TNI Lepasliarkan 12 Individu Satwa Liar di Hutan Gunung Sanggabuana
Baca Selengkapnya

KLHK Bersama TNI Lepasliarkan 12 Individu Satwa Liar di Hutan Gunung Sanggabuana

SIARAN PERS
Nomor: SP. 134/HUMAS/PPIP/HMS.3/6/2024

*KLHK Bersama TNI Lepasliarkan 12 Individu Satwa Liar di Hutan Gunung Sanggabuana*

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama TNI melepasliarkan 12 individu satwa liar dilindungi dan tidak dilindungi di kawasan hutan Gunung Sanggabuana, Jawa Barat, Selasa (25/06/2024). Satwa liar yang dilepasliarkan terdiri dari 5 individu landak jawa (Hystrix javanica), dan 4 individu ular sanca kembang (Malayopyton reticulatius). Selain itu, ada 3 individu elang dari dua jenis, yaitu 1 individu elang Jawa (Nisaetus bartelsi) dan 2 individu elang brontok (Nisaetus cirrhatus).

Pelepasliaran dilakukan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak didampingi oleh Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, dan Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik (KKHSG) Nunu Anugrah, yang juga selaku Plt. Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat, mewakili Direktur Jenderal KSDAE. Kegiatan ini juga melibatkan keterwakilan unsur Pemerintah Daerah Karawang, Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), Perhutani, Ketua yayasan Margasatwa Tamansari (Bandung Zoo), PT Geothermal Energy Tbk Area Kamojang dan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah II Purwakarta.

Pada kesempatan tersebut, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang dapat mendukung perlindungan habitat, pelestarian ekosistem, termasuk pelepasliaran satwa.

"Pagi ini kami telah melakukan pelepasliaran satwa dilindungi. Ini juga memerlukan waktu 1 tahun di BBKSDA untuk siap dilepas," ungkap Jenderal Maruli.

Selain pelepasliaran satwa, pihaknya juga melakukan upaya pemberdayaan masyarakat berupa fasilitasi kebun cabe dan peternakan kambing bagi kelompok masyarakat sekitar. Hal ini dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat yang sejalan dengan kegiatan perlindungan lingkungan.

"Satwa-satwa yang dilepasliarkan hari ini merupakan satwa dilindungi di Pegunungan Sanggabuana, dimana satwa ini juga harus dilindungi untuk tidak diburu di alam liar, makanya kita juga berdayakan warga sekitar dengan membentuk kelompok tani, serta kelompok ternak," terangnya.

Plt. Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat, Nunu Anugrah menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kegiatan pelepasliaran satwa liar yang digagas Komando Cadangan Strategis AD/Darma Putra ini.

"Hal yang membahagiakan bagi Kementerian LHK, adalah peran nyata TNI dalam rangka upaya penyadartahuan dan pelestarian satwa liar dilindungi dan tidak dilindungi, serta secara aktif mengedukasi masyarakat untuk melindungi satwa liar yang hidup di hutan Sanggabuana ini," katanya.

Pelepasliaran 12 individu satwa liar ini tentunya tidak hanya upaya melestarikan satwa liar semata, namun juga sebagai upaya menguatkan peran dan fungsi spesies di hutan Gunung Sanggabuana. Kegiatan ini juga menjadi momentum kebersamaan untuk merawat hutan Gunung Sanggabuana sebagai habitat satwa liar Indonesia.

"Kami berharap, kegiatan ini menjadi momentum bagi masyarakat Jawa Barat untuk bersama-sama berkontribusi melestarikan satwa liar dilindungi beserta habitatnya," ujar Nunu.

Pelepasliaran spesies yang dilakukan Balai Besar KSDA Jawa Barat telah dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, bersama-sama mitra dan pemerhati lingkungan, Balai Besar KSDA Jawa Barat telah melakukan lepas liar spesies, yang terbanyak adalah 21 individu satwa liar dilindungi di CA Gunung Tilu.

"Kegiatan pelepasliaran satwa bersama TNI AD dan para pemangku kepentingan lainnya menjadi tambahan kebersamaan multi pihak yang secara bersama-sama bergandengan tangan dan bahu membahu melestarikan satwa liar kebanggaan Nusantara, simbol negara Indonesia yang membentang gagah menyokong 5 sila Pancasila, yaitu Elang Jawa (Nisaetus bartelsi)," ujar Nunu.

Sebagai informasi, Elang Jawa merupakan flagship species dan endemik Jawa. Salah satu kantung habitat pelestarian Elang Jawa yaitu Cagar Alam Gunung Burangrang. Karena home range Elang Jawa sangat luas hingga dapat mencapai puluhan kilometer, hutan Gunung Sanggabuana menjadi wilayah jelajah bahkan sebagai habitatnya.
___

Jakarta, KLHK, 25 Juni 2024

Informasi lebih lanjut:
HUMAS Balai Besar KSDA Jawa Barat,
Eri Mildrayana

Penanggung jawab berita:
Plh. Kepala Biro Hubungan Masyarakat, KLHK
M. Ahdiyar Syahrony

Website:
www.menlhk.go.id
www.ppid.menlhk.go.id

Youtube:
Kementerian LHK

Facebook:
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Instagram:
kementerianlhk

Twitter:
@kementerianlhk

 

 

Evakuasi Otter (Amblonyx cinerea)
Baca Selengkapnya

Evakuasi Otter (Amblonyx cinerea)

Tim gugus tugas TSL SKW III KSDA Jawa Barat telah melakukan serah terima satwa peliharaan warga di daerah Paledang Indah Kabupaten Bandung.

Satwa yang diserahkan sebanyak dua ekor Otter (Amblonyx cinerea) terdiri dari 1 ekor dengan jenis kelamin Jantan berusia kurang lebih 4 tahun dan 1 ekor dengan jenis kelamin betina kurang lebih 6 tahun.

Terimakasih atas kesadaran warga terhadap kelestarian satwa liar.

Salam Lestari !

Evakuasi Binturong (Arctictis binturong)
Baca Selengkapnya

Evakuasi Binturong (Arctictis binturong)

Tim gugus tugas TSL SKW III Soreang KSDA Jawa Barat telah melakukan serah terima satwa dilindungi yang dipelihara warga di daerah Lembang Kabupaten Bandung Barat.

Satwa yang diserahkan yaitu satu ekor Binturong (Arctictis binturong), satwa tersebut sudah dipelihara warga sejak tahun 2022.

Terimakasih atas kesadaran warga terhadap kelestarian satwa liar.

Salam Lestari !

Evakuasi Satwa Liar Dilindungi Burung Bangau Tongtong, Bangau Sandang Lawe dan Julang Mas
Baca Selengkapnya

Evakuasi Satwa Liar Dilindungi Burung Bangau Tongtong, Bangau Sandang Lawe dan Julang Mas

Tim gugus tugas TSL SKW V Garut Balai Besar KSDA Jawa Barat menindaklanjuti laporan penyitaan satwa liar dilindungi oleh tim unit Direktorat Kriminal Khusus Polda Jawa Barat dari salah satu rumah warga di Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut (04/06).

Adapun hewan yang disita sebanyak 5 ekor yang terdiri dari 2 ekor jenis Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicus), 1 ekor burung Sandang Lawe (Ciconia episcopys) dan 2 ekor Julang Mas (Rhyticeros undulatus). Saat ini, burung Julang Mas telah diserahterimakan ke kantor KSDA SKW V Garut untuk dititiprawatkan ke Taman Satwa Cikembulan Kadungora Kabupaten Garut. Sedangkan burung lainnya masih dalam pengawasan penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Jawa Barat.

Mari kita bersama-sama peduli akan kelestarian satwa liar dilindungi, peduli bukan berarti harus merawatnya secara pribadi.

Salam Lestari !
 

Groundcheck Jejak Macan Tutul di Kabupaten Sukabumi
Baca Selengkapnya

Groundcheck Jejak Macan Tutul di Kabupaten Sukabumi

im SKW II Balai Besar KSDA Jawa Barat melakukan pengecekan ke lapangan guna menindaklanjuti laporan dari Camat Sukaraja Kabupaten Sukabumi, Erry Erstanto terkait penemuan jejak kaki yang diduga milik macan tutul.

Penemuan yang diduga jejak kaki macan tersebut lokasinya tidak jauh dengan kawasan kaki Gunung Gede Pangrango dimana disana terdapat beberapa desa wilayah Kecamatan Sukaraja. Tim Bersama Kepala Resort Taman Nasional Gunung Gede Pangrango melakukan pengecekan ke lokasi dan melakukan koordinasi dengan Pusat Pelestarian Satwa Cikananga dan Formata untuk memastikan foto jejak tersebut adalah jejak macan tutul dan lokasi tersebut adalah wilayah jelajahnya.

Sampai saat ini kondisi di lapangan masih kondusif, tidak ada hewan ternak warga yang dimangsa. Hal tersebut menandakan bahwa ekosistem kawasan tersebut masih terjaga dengan baik. Implikasi lain yaitu dapat menghadang para pemburu lokal yang membawa anjing untuk melakukan perburuan liar.

Hal ini masih dalam pemantauan, Tim pengelola Resort Taman Nasional Gunung Gede Pangrango juga telah melakukan komunikasi dan edukasi kepada warga sekitar agar tetap waspada namun jangan panik akan penemuan jejak macan tutul tersebut.

Tak ada kehidupan tanpa hewan di bumi untuk keseimbangan ekosistem, dengan alasan keamanan dan keselematan, bukan berarti satwa liar boleh dibunuh maka hindari dan cegah konflik dengan satwa liar, mari jaga kelestarian satwa liar.

Salam Lestari !

Evakuasi Kucing Hutan (Prionailurus bengalensis)
Baca Selengkapnya

Evakuasi Kucing Hutan (Prionailurus bengalensis)

Balai Besar KSDA Jawa Barat telah melakukan serah terima satwa liar hasil evakuasi dari pemukiman warga di daerahKiaracondong Kota Bandung.

Satwa liar yang diserahkan terdiri dari satu ekor anak Kucing Hutan (Prionailurus bengalensis).

Terimakasih atas kesadaran warga terhadap kelestarian satwa liar.

Salam lestari !

Evakuasi Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis)
Baca Selengkapnya

Evakuasi Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis)

Balai Besar KSDA Jawa Barat telah melakukan serah terima satwa liar hasil evakuasi dari pemukiman warga di daerah Cipageran Kec. Cimahi Utara Kota Cimahi.

Satwa liar yang diserahkan terdiri dari satu ekor Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis).

Terimakasih atas kesadaran warga terhadap kelestarian satwa liar.

Salam lestari !
 

Evakuasi Ular Sanca Bodo (Python bivittatus)
Baca Selengkapnya

Evakuasi Ular Sanca Bodo (Python bivittatus)

Tim gugus tugas TSL SKW III Bidang KSDA Wilayah II telah melakukan serah terima satwa yang dilindungi Undang-undang jenis Sanca Bodo (Python bivittatus) secara sukarela, yang merupakan satwa peliharaan salah satu warga Sarijadi, Kota Bandung.

Ular tersebut berjenis kelamin betina dengan usia kurang lebih 4,5 tahun dengan berat 8kg. Secara kasat mata satwa terlihat sehat serta tidak ada cacat pada anggota tubuhnya.

Saat ini Ular tersebut sudah dititip rawatkan ke Lembang Park Zoo mengingat ular tersebut dipelihara sejak kecil (dari berat 0,6kg) sehingga dalam kondisi jinak dan dikhawatirkan tidak dapat bertahan hidup jika langsung di lepasliarkan ke habitatnya.

Terima kasih atas kesadaran warga terhadap kelestarian satwa dilindungi.

Salam lestari !
 

Evaluasi Perjanjian Kerjasama antara Balai Besar KSDA Jawa Barat dengan YIARI
Baca Selengkapnya

Evaluasi Perjanjian Kerjasama antara Balai Besar KSDA Jawa Barat dengan YIARI

Bogor (6-7/6), Balai Besar KSDA Jawa Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) melaksanakan Evaluasi Perjanjian Kerjasama dalam rangka pengelolaan keanekaragaman hayati.

Perjanjian Kerjasama antara Balai Besar KSDA Jawa Barat dengan YIARI merupakan Kerjasama penguatan fungsi dan konservasi keanekaragaman hayati melalui penyelamatan satwa primata di wilayah kerja Balai Besar KSDA Jawa Barat. Perjanjian tersebut ditandatangani pada tanggal 19 Mei 2020, berlaku selama 5 (lima) tahun mulai tanggal 19 Mei 2020 dan akan berakhir pada 18 November 2024.

Kegiatan evaluasi ini membahas pelaksanaan RKT YIARI dari tahun 2020 hingga 2024. Keberadaan YIARI hingga saat ini telah memberikan kontribusi positif terhadap upaya perlindungan primata khususnya kukang, macaca dan beruk.
Tercatat hingga Mei 2024 terdapat sejumlah 248 satwa yang direhabilitasi dan 205 satwa yang telah ditranslokasi dan dilepasliarkan di Jawa Barat.

Mari kita dukung pengelolaan keanekaragaman hayati, karena konservasi tidak bisa sendiri.

Salam Lestari !
 

Tiktok
KOLEKSI VIDEO